Senin, 07 November 2011

Lelah

Tertatih-tatih ku melanjutkan jalanku menuju tempat yang ku inginkan, mungkin tempat semua orang ingin mengapainya yaitu kebahagiaan. Tapi kurasa tempat itu sangat jauh dari hidupku, mungkin juga bagi oranglain.

Apakah aku melalui jalan yang salah ? Hinggga tempat yang kuinginkan belum juga kutemukan, ataukah aku tersesat ? entahlah….terasa jalanku sudah berat dan aku telah kelelahan untuk mencapainya.

Setiap detik kulalui dengan berat tapi aku harus melangkahkan kakiku, meskipun hatiku terasa sudah tidak sanggup tapi aku aku harus mengapainya. Ku ingin menggapainya walau nanti saat kugapai bukan buat diriku tapi buat dua orang yang kucintai yaitu anak-anakku. Ku berjuang untuknya, ku harus mampu membuat mereka bahagia meskipun aku dah merasa sangat lelah.

Apakah aku harus memutar jalan untuk mengapai sesuatu yang kuinginkan? Ataukah harus berbalik arah? Entahlah….banyak hal yang harus kupikirkan dalam perjalananku…

Aku lelah.
Setiap tangisanku tak menggugah.
Setiap jawabku tak menyerah.
Balasan demi balasan membuat kepalaku pusing

Perhatian dan cinta
kulakukan setulus hati
Semua keringat dan perjuangan
tak satupun mendapat balasan.

Dan Aku sungguh lelah,
menantimu di batas kesadaran
tak lagi terdengar bahagia
Kan kucari selalu dalam perjalananku

Aku meminta hening
Aku menginginkan ketenangan.
Aku lelah,
biarkan aku berpasrah….


Kamis, 06 Oktober 2011

Love story (kisah cinta Wati)

Suatu hari ada seorang gadis desa pergi ke kota untuk menghadiri wawancara kerja, sebut saja gadis itu bernama Wati, setelah mengikuti beberapa tes penerimaan karyawan baru akhirnya HR manager mengumumkan bahwa Wati diterima kerja di perusahaan swasta di kota, betapa gembiranya hati Wati pada saat itu, tapi setelah beberapa saat kegembiraannya berlalu dia bingung harus tinggal dimana sementara dikota tidak ada siapa-siapa yang ia kenal.tapi akhirnya dia bertemu seseorang yang bekerja diperusahaan yang sama tempat Wati akan bekerja.

Sore harinya sepulang Wati bekerja diajaklah Wati berjalan-jalan di sebuah desa yang dekat dengan perusahaan Wati bekerja, dan sore itu pula Wati menemukan tempat kost yang membuat dia nyaman, maklum hampir semua anggota kost adalah karyawan perusahan di tempat Wati bekerja. Tidak butuh waktu terlalu lama untuk Wati bisa bergabung dengan teman2 barunya..karna Wati adalah gadis periang dan juga pandai bergaul.

Waktu ternyata begitu cepat berlalu seiring makin akrabnya Wati dengan beberapa teman-teman kost maupun teman ditempat kerjanya. Hingga suatu hari Wati ketemu dengan seorang cowok temen kantornya.
sebut saja cowok itu bernama "Gama". Gama sangat menyukai Wati. Tetapi Wati adalah gadis desa yang pergi kekota untuk bekerja dan dia selama di desa sekalipun belum pernah namanya pacaran. Perjuangan Gama untuk menyakinkan Wati berujung bahagia, Wati menerima Gama sebagai pacar dan itupun karena temen2 Wati menyakinkan Wati bahwa Gama adalah laki-laki yang baik. Waktu bergulir begitu cepat dan tanpa terasa hubungan Wati sama Gama berlangsung hingga 6 bulan, hingga suatu sore tetangga kost nya Wati kedatangan tamu perempuan, perempuan itu tidak cantik cuman orangnya sangat agresif mungkin karena usianya sudah dewasa atau karena pekerjaannya, sebut saja namanya "Astuti". ternyata Gama diam2 menyimpan rasa dengan Astuti tetapi Wati tidak mengetahuinya, karena kepolosan Wati tersebut akhirnya Astuti sering berkunjung ketetangga kosnya Wati dan disitu Astuti sering bertemu dengan Gama,  sampai pada suatu sore Gama menyatakan putus dengan Wati, betapa terkejutnya Wati pada saat itu, tapi Wati hanya mengiyakan, dan ternyata Gama sudah menjalin hubungan dengan Astuti dan setelah beberapa hari Watipun mengetahui kejadian itu. Wati yang merasa dirinya masih muda berjanji dalam dirinya pantang buat menangis karena putus cinta.

Satu bulan berlalu tanpa pacar bukan masalah bagi Wati karena Wati memiliki teman-teman yang sangat menyayangi dirinya, hingga suatu saat muncul laki-laki yang mencoba mendekati Wati, sebut saja "Budi", ternyata Budi itu temannya Gama. Entah Gama yang menyuruh Budi untuk mendekati Wati, Wati tidak tau. Dengan tanpa pikir panjang akhirnya Wati menerima Budi sebagai pacarnya padahal Wati tidak menyukai Budi. Wati hanya ingin ada orang yg menemani hari-harinya buat bercerita dan satu bulan berlalu akhirnya Budi memutuskan Wati. Wati yang sedari awal anti putus cinta diapun tidak merasakan kesedihan, Wati pun menjomblo lagi. Entah karena nasib atau takdir Wati tidak memikirkan, yang penting dia bisa menjaga hatinya tetap bahagia, dia tidak memperdulikan putus cinta.

dalam kesendirian Wati yang tanpa pacar, akhirnya Wati kedatangan teman baru di kantornya, sebut saja "Sari". Sari itu lebih tua dari Wati yang tentu jiwanya pun lebih dewasa. Dari Sari lah Wati mengenal internet, persahabatan sejati dan kasih sayang. Buat Wati, Sari itu adalah kakak yang baik, inspirasi bagi kehidupannya. Sari itu memiliki teman namanya Trisno, yang akhirnya jadi teman Wati juga. Waktu berjalan begitu cepat hingga akhirnya Sari merasa karirnya tidak beranjak dan dia memutuskan keluar dari pekerjaan dan mau melanjutkan studynya. Disitulah Wati merasa kesepian, merasa kehilangan kakak sekaligus sahabat yang membimbing juga mengisi hari-hari Wati saat jomblo.

Wati yang gadis simple nan riang pantang buat merasakan kesedihan lama....dan pada saat itu pula Trisno tau bahwa Wati sendirian sementara teman2 kostnya udah pada sibuk dengan pasangan masing2. Sejak saat itu Wati makin dekat dengan Trisno. Setiap Trisno ada acara dirumahnya dia pasti mengundang Wati buat makan-makan. maklum Wati adalah anak kost. Wati pun tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan makanan gratis, Wati selalu mengajak teman2 kostnya yang lagi tidak pacaran buat nemenin Wati makan gratis dirumahnya Trisno. Teman kost Wati yang selalu mendapatkan cipratan rejeki makan gratis adalah Asih. dengan seringnya Asih diajak kerumah Trisno oleh Wati.
Asih bertanya sama Wati :" kenapa Trisno begitu baik sama kamu dengan sering mengundang makan dirumahnya?".
Pertanyaan Asih membuat Wati ketawa.....(hahahaha)
Wati berkata " Asih kamu ga perlu memusingkan kebaikan orang, yang penting kita punya perut kenyang setiap hari dan uang hasil kerja bisa disimpan kamu ga perlu pusing".
Akhirnya Asih pun mengangguk dengan sejuta pertanyaan di kepalanya, Asih selalu berpikir apakah Wati sudah gila? dan Wati pun sebenarnya tau apa yang selalu di pikirin Asih setiap diajak makan-makan kerumah Trisno. Hingga suatu sore pada saat diundang makan oleh Trisno.
Asih pun bertanya lagi pada Wati : "Ti,kamu yakin hanya berteman pada Trisno?".
Wati pun kembali tertawa mendengar pertanyaan Asih temannya.
dan Wati berkata "Sih- Asih kamu tuh ga usah bingung segitunya, aku ama Trisno ga ada hubungan apa-apa hanya teman saja, lihat saja gayaku kalo makan biasa naruh kaki diatas sofanya, Emang Trisno suka cewek sepertiku tampang cuek begini?".
Asih yang tau jiwa Wati emang cuek semakin bingung dengan sikapnya Wati, sementara dihati Asih selalu bertanya tidak mungkin Trisno yang begitu baik pada Wati tidak menyimpan rasa apapun pada Wati. Dan apa yang dipusingkan Asih tentang Wati ternyata benar, diam-diam Trisno menyimpan rasa pada Wati, Selama ini Trisno baik sama Wati disamping karena mereka berteman tapi Trisno juga menyukai Wati. Tanpa berpikir panjang saat Trisno mengungkapkan perasaannya pada Wati, Wati langsung mengiyakan karena Wati pikir berteman atau pacaran ama Trisno sama saja. Toh tidak mengurangi rasa persahabatan diantara mereka, semua cerita pribadi Trisno udah diketahui Wati begitu juga sebaliknya karena mereka saat bersahabat sangat dekat sampai masalah sekecil apapun udah sama2 tau begitu pikir Wati saat menerima cinta Trisno. Dan emang benar apa yang dipikir Wati tentang Trisno tidak berubah layaknya orang pacaran, mereka tetap seperti sahabat, tidak ada acara pegang tangan, cium atau pun apel malam minggu. Wati hanya selalu disuruh kerumahnya Trisno kalo ada makanan, dan acara Wati untuk selalu datang dan menghabiskan makananpun tak berubah. Beberapa bulan setelah Wati dan Trisno jadian, akhirnya Trisno di wisuda S1, suatu kebanggaan yang luar biasa bagi Trisno bisa menyelesaikan kuliah dengan baik dan nilai yang memuaskan. Wati pun merasakan kebahagiaan sahabat yang sekaligus pacarnya, dan Wati pun diminta untuk menemani saat acara wisuda. Setelah wisuda S1 Trisno melanjutnya kuliahnya disitulah mulai terjadi permasalahan diantara Trisno dan Wati. Trisno tidak hanya melanjutkan kuliahnya tapi dia juga bekerja sebagai pengajar di beberapa sekolah swasta bahkan ada mengajar dikampus diploma serta sebagai pengajar privat. Trisno yang ambisius terhadap karirnya mulai mementingkan dirinya sendiri dia berangkat dari rumah jam 6 pagi dan kembali kerumahnya jam 12 malam dan tidak ada sabtu atau minggu sebagai hari libur, semua hari untuk belajar dan bekerja. Wati tau apa yang di impikan Trisno, menjadi orang hebat yang punya karir bagus dan uang banyak, berbeda dengan Wati, wanita sederhana yang memerlukan perhatian, pengertian serta cinta yang tulus. Bertahun2 Wati melewatkan hari tanpa Trisno, Trisno hanya menyuruh Wati kerumahnya jika kesepian, Trisno selalu bilang "carilah ibuku untuk berbagi cerita, karena ibuku juga ga punya teman berbagi cerita". itu lah kata yang selalu diungkapkan Trisno kepada Wati saat dia sadar telah mentelantarkan pacarnya. Bertahun2 Wati lalui hari seperti itu, bercerita pada ibunya begitu juga ibunya sering cerita ke Wati tentang keseharian ibunya Trisno. Bapaknya juga sama sibuk mengajar, Bapaknya sebagai kepala sekolah teladan jadi dia lebih sayang murid-muridnya dari keluarga tapi mungkin ga begitu juga kali karena dia dirumah tidak ada teman bercerita atau tidak ada kegiatan jadi kedua orangtuanya sibuk menenggelamkan diri dengan kerjaan masing-masing. Hingga suatu hari Wati diajak bicara serius dengan ibu dan bapaknya Trisno.
Ibunya Trisno berkata kepada Wati : berapa umurmu sekarang?, Wati yang saat itu baru berusia 22 tahun menjawab dengan santainya, ibunya melanjutkan dulu ibu waktu usia segitu udah menikah. Wajah Wwati langsung memerah dan ga tau harus menjawab apalagi, ibunya Trisno melanjutkan pembicaraannya tanpa memperhatikan expresi wajahnya Wati saat itu, ibu ingin sekali Wati berada dirumah ini, ibu sudah menganggap Wati seperti anak sendiri. Ibu malah merasa nak Wati anak ibu bukan Trisno, karena Trisno tidak pernah punya waktu dirumah. Entah ibunya merasa kesepian atau karena ibunya Trisno lebih sering ketemu Wati mengatakan seperti itu, dan Watipun tidak menjawab pertanyaan ibu Trisno. Wati hanya tersenyum dan melanjutkan pembicaraan ke arah lain, tapi bathin Wati bergejolak, disatu sisi Wati emang ingin menikah dengan Trisno tapi di satu sisi Wati juga sadar dengan ambisi Trisno.

Waktu trus berlalu hingga satu persatu teman Wati menikah dan akhirnya Wati kembali di dera perasaan kesepian juga pertanyaan dalam dirinya, akan kemanakah hubungan kulanjutkan sementara Trisno semakin hari semakin sibuk dengan kegiatannya. Akhirnya atas saran temannya Wati memberanikan diri untuk bertanya pada Trisno akan dikemanakan hubungannya. Watipun mengambil handphone dan mengontak Trisno minta ketemu dan seperti jawaban sebelum2nya yang dia dapatkan dari Trisno
"kalo kamu butuh teman cerita kerumah aja, ibuku ada dirumah". dengan yakin Wati bilang tidak, aku tidak bisa bercerita dengan ibumu untuk kali ini, ini tentang aku dan kamu, kamu ada dimana? dan dimana bisa aku temui akan kutemui kamu disana meskipun kamu ada dikampus aku akan datang, aku hanya butuh waktu 5 menit buat bicara ma kamu, begitulah Wati berujar.
Akhirnya Trisno menjawab : ok, tunggu aku ditempat makan deket kampus.
Dan pada hari, waktu dan tempat yang ditentukan Wati menemui Trisno. saat Trisno menyapa Wati, dengan sigap Wati memberikan Trisno pertanyaan. pertanyaan pertama, mau dikemakan hubungan kita, mau lanjut atau berhenti disini atau kita kembali menjadi sahabat yang tidak saling menuntut seperti dulu ? Trisno tampak bingung dengan pertanyaan Wati yang tidak ada angin dan hujan tiba2 bertanya seserius itu, karena Trisno ga mengeluarkan kata sepatahpun akhirnya Wati membuat keputusan sendiri, "ok, sepertinya persepsi tentang kehidupan yang kita jalani telah berbeda, aku hanya butuh waktu, perhatian, pengertian dan cinta yang tulus dari mu. aku ga membutuhkan materi yang berlimpah. sementara kamu hanya mengejar materi atau karir, Trisno makin bingung dengan ucapan Wati yang tanpa jeda memberikan pilihan. Dan kesimpulannya Wati memutuskan hubungannya dengan Trisno. Tanpa menoleh kebelakang lagi Wati meninggalkan Trisno dan langsung mengambil motornya dan melarikannya dengan kencangnya menuju kostnya. Wati berharap pada sore itu menjadi hari terakhir dalam hidupnya, tapi entah karena takdir Wati selamat sampai di kost dan dia baru berpikir kenapa aku berbuat gila seperti itu ya? kalau beneran mati wah ibuku bisa sedih. Dan Wati akhirnya ga jadi menuju kost dia mengarahkan motornya kerumah temannya, akhirnya wati bercerita pada temannya bahwa barusan dia baru memutuskan Trisno dan berharap jadi hari terakhir dalam hidupnya Wati. Temannya yang tau sifat Wati pantang buat bersedih akhirnya mentertawakan kelakuan Wati....dan akhirnya Wati pun ikut tertawa mentertawakan dirinya sendiri. Keesokan harinya Wati sudah tersenyum dan melupakan kisah cintanya dengan Trisno.

Wati menjalani hari-harinya menjadi jomblo lagi, hingga suatu saat seorang temannya Wati mengenalkan laki-laki sebuat saja "Andi". Andi adalah sosok pria periang, sangat perhatian dan pengertian begitulah penilain Wati pada Andi saat pertama bertemu. Hari berganti begitu cepat hingga suatu hari Andi memberanikan diri menunggkapkan perasaannya pada Wati, dan Wati berpikir, dulu aku kehilangan pacar yang cuek dan ketemu yang super perhatian, Wati pikir terima sajalah.
Seiring berjalannya waktu ternyata Andi berubah menjadi sosok pria posesif dan sangat pencemburu, hingga apapun yang dilakukan Wati harus seijin Andi, dan Wati dilarang berteman dengan pria dengan alasan teman pria Wati menaruh hati pada Wati. Lama kelaman Wati dibuat pusing juga dengan ulah Andi, dan banyak teman2 pria Wati komplin ke Wati karena punya pacar yang menteror sahabat2nya dengan sms menyakitkan dan mengancam. Dan akhirnya Wati pun memutuskan Andi dengan terpaksa supaya dia bebas menentukan hidup, bersahabat dengan siapapun, jalan2 dengan siapapun.

Wati sendiri lagi tapi bukan berarti sendiri yang sesungguhnya karena Wati punya banyak teman pria maupun wanita. Hingga akhirnya dia ketemu teman perempuan yang ternyata punya kisah cinta seperti Wati sama sama tidak sukses dalam percintaan, sebut saja namanya Dwi. Akhirnya Wati dan Dwi sama2 mencari pria pujaan. Berbulan-bulan Wati dan Dwi mencari pria pujaan yang tak kunjung datang, Wati dan Dwi pun menyibukkan diri dengan belanja, jalan-jalan, kesalon...maklum 2 sahabat ini memiliki kebiasaan yang sama. Hingga akhirnya Wati bertemu pria pujaannya dan sekian bulan menjalin cinta dan akhirnya hubungan Wati berujung bahagia dipelaminan, begitu juga Dwi akhirnya ketemu  pria pujaan dan berujung bahagia di pelaminan.

Semoga Wati berbahagia dengan Pangeran impiannya!


TAMAT

Kamis, 15 September 2011

Cinta vs Cemburu

Konon katanya jika orang cemburu terhadap pasangan itu pertanda cinta, benarkah demikian ?
Bagaimana jika cemburu berefek negatif terhadap diri sendiri atau hubungan itu sendiri?

Apa kaitan Cinta dengan cemburu versi anda ?

CINTA adalah Satu kata yang tidak pernah habis untuk dibahas. Cukup satu kata tapi mampu membuat beribu-ribu orang tersenyum bahagia atau bahkan menangis tersedu-sedu atau bahkan sampai putus asa ingin mengakhiri hidupnya sendiri. (jgn sampai ya hehehe)

CEMBURU sebenarnya bisa memberikan efek yang baik dan buruk terhadap cinta itu sendiri dan hatilah  tempat yang bisa menentukan efek dari dua rasa itu. Jika hati bergejolak penuh dengan kemarahan tak terkendali ketika cemburu itu datang, maka akibat yang terjadi pasti akan merugikan diri sendiri and pasangan, Sifat cemburu itu ada dua jenis, Yang pertama karena bener-bener cinta dan perhatian, dan yang kedua karena over protective atau posesif. Cemburu karena over protective atau posesif akan menimbulkan perasaan iri dan dengki terhadap pasangan yang dianggap lebih dari dirinya sendiri atau wujud dari ketidakpercayaan diri seseorang terhadap pasangan.
Cemburu karena cinta justru dapat meningkatkan keakraban hubungan. Cemburu juga akan meningkatkan kecerdasan emosi dan spiritual diri yang mampu membuat cinta semakin kuat. Tentu saja jika  dikelola dengan baik, tapi cemburu itu lebih sering muncul dengan  perasaan inrasional, sehingga cemburu itu menjadi hal negatif dan berdampak buruk pada kelanjutan hubungan dan juga pada diri sendiri.

Bagaimana cara mengolah cemburu menjadi suatu hal positif dalam sebuah hubungan atau bahkan cemburu itu bisa memperkuat hubungan cinta anda dengan pasangan? "bagaikan air yang menyuburkan dan menyegarkan hubungan cinta sehingga tercipta kecantikan batiniah dan kualitas cinta anda".

Cinta yang sesungguhnya adalah perasaan kasih yang penuh cinta dan sayang setiap orang kepada pasangan dengan penuh kebaikan, sehingga menimbulkan persaan bahagia. Bukankah orang yang jatuh cinta, selalu penuh semangat dan optimis, selalu ingin memberikan yang terbaik untuk orang yang dicintainya, selalu ingin tampil sempurna dihadapan orang yang dicintai tanpa mau menunjukan kekurangannya.

Bagaimana seharusnya hati memperlakukan kedua rasa itu?

Berlajarlah untuk memahami pasangan masing-masing tanpa menghakimi jika pasangan melakukan kesalahan, bahkan memberikan kata maaf dan mulailah untuk membangun hubungan cinta yang dilandasi dengan penuh kasih sayang tanpa ada perasaan cemburu buta.

Nah, buat orang-orang yang baru memiliki pasangan, cemburu itu murni karena emosi, bukan karena cinta. Cemburu itu muncul karena sifat egois kita. Nggak mau ada orang lain selain diri sendiri yang memiliki.Hanya sedikit cemburu itu karena cinta.

Cinta sejati itu bukan soal mencari pasangan yang sempurna. Melainkan untuk memahami ketidaksempurnaan pasangan dengan baik sehingga menimbulkan keselarasan dalam menentukan hidup selanjutnya.

Peace.....

Pernikahan yang di inginkan

Pernikahan yang indah dan bahagia adalah impian setiap orang tapi pada kenyataannya banyak hal yang terkadang membuat pernikahan itu berbeda bahkan seperti neraka…(serem sekali ya bilangnya, maksudnya tak seindah yang diharapkan) tapi setiap manusia wajib untuk berusaha mendapatkannya meskipun Jodoh itu rahasia Tuhan.

Dengan siapa kita menikah, berapa lama pernikahan itu, di usia berapa atau bahkan dimana….hanya Tuhan yang tahu, manusia hanya berusaha menjalaninya dan mensyukuri bila takdir berjalan sesuai dengan yang kita harapkan.

Bagaimana bila pernikahan itu ternyata tak seindah dengan yang kita impikan? Atau bahkan penuh dengan perbedaan? Saya yakin, setiap pernikahan akan melewati banyak ujian seperti orang sering bilang, tidak mungkin tanpa suara gemericing ketika orang mencuci piring (mungkin seperti itulah istilah untuk orang menikah)

Ketika ditemukan banyak ketidakcocokan dan perbedaan berajarlah untuk memperbaikinya bukan untuk dibiarkan/didiamkan, karena sadarlah bahwa manusia dilahirkan dengan penuh perbedaan.

Pernikahan itu bukanlah sesuatu permainan kalah dan menang, melainkan menyatukan perbedaan,menyayangi tanpa pamrih apalagi mengharapkan imbalan/hadiah dan berbagilah segala perasaan suka dan duka terhadap pasangan.

Suatu saat akan ada dimana semuanya tak berjalan seperti yang kita inginkan, bahkan mungkin ucapan sayang berubah menjadi makian, pelukan sayang berubah menjadi luka, siapa yang tahu ? (mudah2an ga ya!)

Tapi itulah pernikahan.

Resep agar pernikahan senantiasa indah dan awet seperti yang kita harapkan adalah senantiasa pasangan/suami-isteri melakukan evaluasi, tidak pernah bosan untuk berintrospeksi diri serta sama-sama berniat untuk memperbaiki diri.

Jika ada perbedaan jangan dijadikan ajang debat tak berujung, melainkan untuk diselaraskan. Jadikanlah perbedaan untuk  memperkaya hati agar bisa bertoleransi dan tidak selalu ingin menang sendiri.

Tidak pernah ada pernikahan yang sempurna seperti yang kita inginkan, pasti akan ada perbedaan bahkan ketidakpuasan antar pasangan, Namun itulah sejatinya pernikahan. Pertengkaran yang terjadi karena perbedaan justru bisa jadi sarana untuk lebih memahami keinginan pasangan.

Mengalah itu bukan sebuah solusi, melainkan tempat menumpuk beragam permasalahan karena permasalahan yang tidak terpecahkan akan menimbulkan kebencian yang akan berubah menjadi dendam berkepanjangan.

Tidak ada manusia yang sukses tanpa usaha keras untuk mencapainya, tidak juga ada kebahagian yang sejati tanpa riak dan gelombang, maka berjuanglah untuk mendapatkan pasangan yang sempurna atau pernikahan sejati.

Berikanlah cinta yang tulus untuk pasangan....hadiahi pelukan dah kecupan sayang setiap hari senantiasa pasangan akan berbahagia...!!!

Love and peace...



Rabu, 27 April 2011

The Meaning of Love


Wah dalem banget nih bakalan ulasannya….cuman disini aku tulis berdasarkan yang aku tahu dan aku rasakan ya…..kenapa aku nulis ini mungkin karena suasana hatiku ikut senang dalam rangka merayakan The Royal Wedding of Prince William and Miss Catherine Middleton. Apa hubungannya ya ? aku sendiri juga ga tahu heheheh…

Ok kita kembali ke topik tentang arti cinta, kalau menurutku cinta itu adalah sebuah perasaan dimana kita hanya bisa merasakan tapi tidak bisa kita liat dan hanya bisa ditunjukan dengan tingkah laku entah cinta itu kepada Tuhan, kepada pasangan, orang tua, anak-anak,keluarga atau sahabat. Tapi kalau menurutku cinta itu lebih cendrung untuk lawan jenis ya, kalau untuk keluarga, anak-anak atau sahabat mungkin itu namanya sayang kali ya.

Kalau cinta sejati adalah cinta yang tulus yang bisa diberikan kepada orang lain tanpa mengharap balasan, hah….apa ga cinta buta itu namanya…? Wah aku bingung nih yang bener mana, cinta sejati atau cinta buta ?

Nah daripada pusing-pusing mendescripsikan pengertian cinta itu seperti apa, lebih baik dirasakan saja, bagi yang telah mendapatkan cinta, apalagi udah merasa menemukan cinta sejati kalau istilah kerennya “soulmate”, tapi bagi yang belum menemukan ayo lebih extra keras lagi untuk mencarinya, mencari ? apa menunggu ? ah terserahlah…

Berikut ulasan arti cinta menurut “mbah google” :

Cinta adalah sebuah perasaan yang diberikan oleh Tuhan pada sepasang manusia untuk saling…. (saling mencintai, saling memiliki, saling memenuhi, saling pengertian dll). Cinta itu sendiri sama sekali tidak dapat dipaksakan, cinta hanya dapat berjalan apabila ke-2 belah phiak melakukan “saling” tersebut… cinta tidak dapat berjalan apabila mereka mementingkan diri sendiri. Karena dalam berhubungan, pasangan kita pasti menginginkan suatu perhatian lebih dan itu hanya bisa di dapat dari pengertian pasangannya.
Cinta adalah memberikan kasih sayang bukannya rantai. Cinta juga tidak bisa dipaksakan dan datangnya pun kadang secara tidak di sengaja. Cinta itu indah namun kepedihan yang ditinggalkannya kadang berlangsung lebih lama dari cinta itu sendiri. Batas cinta dan benci juga amat tipis tapi dengan cinta dunia yang kita jalani serasa lebih ringan.
Cinta itu perasaan seseorang terhadap lawan jenisnya karena ketertarikan terhadap sesuatu yang dimiliki oleh lawan jenisnya (misalnya sifat, wajah dan lain lain). Namun diperlukan pengertian dan saling memahami untuk dapat melanjutkan hubungan, haruslah saling menutupi kekurangan dan mau menerima pasangannya apa adanya, tanpa pemaksaan oleh salah satu pihak. Berbagi suka bersama dan berbagi kesedihan bersama.
Cinta itu adalah sesuatu yang murni, putih, tulus dan suci yang timbul tanpa adanya paksaan atau adanya sesuatu yang dibuat-buat, Menurut saya pribadi cinta itu dapat membuat orang itu dapat termotivasi untuk melakukan perubahan yang lebih baik daripada sebelum ia mengenal cinta itu. Cinta itu sesuatu yang suci dan janganlah kita menodai cinta yang suci itu dengan ke-egoisan kita yang hanya menginginkan enaknya buat kita dan ndak enaknya buat kamu. TIPS; untuk mengawetkan cinta dibutuhkan PENGERTIAN!
Suatu perasaan terdalam manusia yang membuatnya rela berkorban apa saja demi kebahagiaan orang yang dicintainya. Pengorbanannya itu tulus, tidak mengharap balasan. Kalau misalnya memberi banyak hadiah ke seseorang tapi dengan syarat orang itu harus membalasnya dengan mau jadi kekasihnya, itu bukan cinta namanya. Cinta tidak bisa diukur dengan materi ataupun yang berasal dari dunia fana. Dan percayalah… cinta terbesar biasanya selalu datang dari ibu kandung, bukan dari pacar (sebab cinta pacar bisa luntur suatu saat atau setelah menikah kelak).
Cinta, membuat bahagia, duka ataupun buta. Cinta itu penuh pengorbanan, kepahitan, keindahan dan kehangatan. Cinta adalah sebuah keinginan untuk memberi tanpa harus meminta apa-apa, namun cinta akan menjadi lebih indah jika keduanya saling memberi dan menerima, sehingga kehangatan, keselarasan dan kebersamaan menjalani hidup dapat tercapai. Cinta adalah kata yang memiliki banyak makna, bergantung bagaimana kita menempatkannya dalam kehidupan. Ai wa atatakai koto da.
Cinta itu bisa membuat orang buta akan segalanya hanya demi rasa sayang terhadap sang kekasih. Kita juga tau apa maknanya cinta itu. Cinta pasti bisa membuat orang merasakan suka dan duka pada waktu yang sama ketika kita berusaha mendapat kebahagiaan bersama. Jadi bukanlah kebahagiaan untuk kita sendiri. Meskipun demikian kita jangan samapi salah langkah agar tidak menuju kesengsaraan. Lakukanlah demi orang yang kamu kasihi agar kau tidak merasa sia-sia tanpa guna. Karena hal itulah yang membuat hidup menjadi lebih hidup (Losta Masta).
Cinta adalah perasaan hangat yang mampu membuat kita menyadari betapa berharganya kita, dan adanya seseorang yang begitu berharga untuk kita lindungi. Cinta tidaklah sebatas kata-kata saja, karena cinta jauh lebih berharga daripada harta karun termahal di dunia pun. Saat seseorang memegang tanganmu dan bilang ” Aku cinta kamu…” pasti menjadi perasaan hangat yang istimewa! Karena itu, saat kamu sudah menemukan seseorang yang begitu berharga buat kamu, jangan pernah lepaskan dia! Namun adakalanya cinta begitu menyakitkan, dan satu-satunya jalan untuk menunjukkan cintamu hanyalah merlekan dia pergi.
Cinta itu adalah sebuah perasaan yang tidak ada seorangpun bisa mengetahui kapan datangnya, bahkan sang pemilik perasaan sekalipun. Jika kita sudah mengenal cinta, kita akan menjadi orang yang paling berbahagia di dunia ini. Akan tetapi, bila cinta kita tak terbalas, kita akan merasa bahwa kita adalah orang paling malang dan kita akan kehilangan gairah hidup. Dengan cinta, kita bisa belajar untuk menghargai sesama, serta berusaha untuk melindungi orang yang kita cintai, apapun yang akan terjadi pada kita.

Setelah saya membaca pengertian cinta menurut mbah google, saya jadi terharu…segitu dalamnya pengertian cinta…tapi apakah orang-orang didunia ini mampu untuk meraih cinta seperti diatas ? jika jawabannya “ya” maka bersyukurlah karena tidak semua orang tau arti cinta ataupun dapat merasakan cinta yang sesungguhnya. Terkadang banyak orang yang terjebak dengan keadaan dan mengharuskan untuk mendapatkan cinta dalam waktu singkat padahal yang sebenarnya terjadi adalah semu atau bahkan bukan cinta, dan yang lebih miris lagi banyak orang menikah bukan karena cinta tapi karena keadaan yang mengharuskan untuk bersama atau berpasangan, mungkin karena usia udah menuntut, atau mungkin karena adat istiadat…gimana ya orang hidup satu atap bahkan satu ranjang tanpa cinta melainkan karena keadaan yang mengharuskan dan itu harus terjadi seumur hidup atau sepanjang sisa hidupnya…wah betapa tersiksanya ya….? Atau bahkan ketika orang merasakan cinta tapi tidak mampu untuk menggapainya…sakit banget kali ya? Ah…ternyata cinta tidak seindah seperti yang diucapkan……..tapi meskipun begitu bersemangatlah terhadap hidup ini…berjuang untuk  mengejar cinta sejati atau belajar mencintai bagi yang telah memiliki pasangan dengan menerima kekurangan dan kelebihannya. Semoga cinta sejati itu akan hadir dalam diri dan hari-hari kalian….semoga tercipta kebahagiaan yang sejati.



Selasa, 26 April 2011

Penantian

Kumenanti seseorang….
Seseorang yang akan membuat ku bahagia
Yang menjagaku jika hari tuaku tiba
Akankah dia hadir dalam kehidupanku ?

Akahkan…? Ah itu keharusan!!!
Semoga dia segera hadir dalam hari-hariku
Mengisi relungku yang masih kosong
Biarlah waktu yang akan menjawabnya
Kapannya dia hadir….

Tuhan, semoga penantianku tidak akan sia-sia
Dia hadir membuatku bahagia dan juga keluargaku
Menjagaku dan keluargaku nantinya….(astungkare)

Senin, 25 April 2011

Pengabdian seorang Perempuan

Cerita ini sedikitnya adalah kisah nyata yang kuambil dari kehidupan yang terjadi padaku juga pada temen-temen yang lain.

Mungkin aku dilahirkan sebagai wanita Bali yang harus mengabdikan diri seutuhnya untuk keluarga ketika menikah.Mungkin sebagain besar wanita Bali merasakan seperti yang kurasakan...entah itu karena takdir atau nasib atau apalah aku tidak mengerti.

Ketika wanita Bali memutuskan untuk menikah dengan keturunan Bali (Laki-laki Bali maksudnya) harus mengikuti suami, dalam artian tempat tinggal dan seluruh kehidupan wanita Bali adalah hak suaminya, sehingga terkadang para suami berlaku dominan terhadap pernikahannya.

Seperti artikel dibawah yang saya kutif dari google tentang perempuan Bali

Ketika pilihan itu datang karena itu sudah menjadi arus kehidupan yang harus diterima, perempuan adalah mahluk yang unik karena di balik kelemah-lembutanya sering perempuan di cap mahluk yang lemah atau pun sebutan lain yang kurang lebih berarti ‘sama’ dengan yang diatas, tetapi dibalik itu wanita itu jauh lebih kuat dari seorang Pria yang menjadi pelidung ketika masa berumah tangga tiba. mungkin berapa contoh dapat diambil seperti melahirkan plus mengandung selama 9 bulan . Disini saya ingin mengedepan peran perempuan, dalam hal ini perempuan Bali. Siapa perempuan Bali? karena tidak semua perempuan bali yang tinggal di bali atau gadis bali, karena asal perempuan Bali itu sangat luas karena perempuan Bali bisa datang dari berbagai suku, agama, ras, latar belakang pendidikan dan status. Ketika panggilan itu datang, arus kehidupan yang tidak bisa dielakkan, disini saya tidak menggunakan gadis Bali, karena kata perempuan cenderung lebih dewasa (berumah tangga). Peran perempuan Bali yang sebenarnya di mulai, mungkin sudah banyak di ulas, perempuan Bali dalam kekinian harus pintar-pintar membagi waktu antara arus perubahan jaman, wanita tidak saja menjadi ibu rumah tangga saja tetapi terbuka untuk peran lainya yang tak terbatas. dibalik itu semua perempuan bali harus kembali ke “dapur” dalam arti luas, dapur untuk menyiapakan makanan bagi keluarga dan juga yang utama menyiapkan yadnya (korban suci) sehari-hari. kalau dilihat jenis dan jumlahnya yadnya yang dipersembahkan itu bermacam-macam dengan variasi jenis yang beragam serta kegiatan adat yang lain di lingkungan sosialnya, tentu ini bisa berbagi tugas dengan suami tetapi perempuan Bali lah yang merupakan tokoh sentral dalam hal ini, berat? pengabdian meneruskan keturunan, merawat anak, melayani suami, bekerja,melayani budaya adat istiadat ( yang kesohor sampai di luar negeri), agama dan leluhur. wuih! tambah panjang listnya. seperti perempuan lainnya, Saya percaya perempuan Bali adalah perempuan pilihan yang memiliki energi yang luar biasa, lakukan yang sebaik-baiknya dan menjadikan hidup berarti dalam pegabdian yang tulus,. Ketika arus kehidupan itu datang terimalah dan nikmatilah.

Ketika saya harus membaca sebuah cerita tentang perempuan Bali, ga baca cerita sih karena saya pun mengalami karena saya juga perempuan Bali, miris sebenarnya hati saya…perempuan Bali diharuskan memikul banyak Tugas mulai dari bekerja sebagai wanita karir(istilah keren orang yang bekerja J), sebagai ibu rumah tangga yang harus mengurus anak-anak dengan segala keperluan rumah dan tugas rumah tangga lainnya serta bersosialisasi terhadap lingkungan, adat dan budaya.

Jujur saja, terkadang saya tidak begitu setuju dengan adat dan budaya orang Bali seperti di pedesaan misalnya setiap ada orang menikah, 3 bulanan, otonan, harus membantu (istilah Bali metulungan/medelok’an) itu harus “kata harus” yang terkadang membuat saya tidak habis pikir…kenapa itu tidak dihilangkan atau diperbaharui dengan sesuatu adat yang lebih baik, maksud saya misalnya kita akan membantu sesuai keiklasan hati dalam artian kalo kita sempat kita akan membantu kalopun enggak juga ga apa-apa itu sepertinya akan jauh lebih mengenakkan didengar daripada kata harus. Misalnya diluar negeri tidak harus menikah kan ? kalo itu kebutuhan okelah tidak ada yg melarang….tidak harus harus punya keturunan kan ? itu pernikahan belum lengkap tanpa tawa riang anak-anak bolehlah tapi tidak harus seperti di Bali, dan banyak lagi keharusan yang harus dijalani yang mungkin tidak bisa saya sebut satu persatu….

Wah ternyata banyak juga ya keluh kesah sebagai perempuan Bali…itu dulu aja deh biar tidak terlalu panjang dan ngelantur kesana kesini…..

Cerita ini hanya curahan hati semata….dari perempuan Bali yang merasa di dominasi kaum laki-laki…mungkin ini namanya pengabdian……